Bahaya Body Shamming Untuk Kesehatan Mental
- millenialsdo

- Apr 7, 2020
- 5 min read
Nanda Ayu Luthfia-Millenialsdo
selasa,07 April 2020 13:51 WIB
Sumber: https://images.app.goo.gl/ydLe1hy6nCwkrHiQ9
Body shaming diartikan sebagai perbuatan mencela atau mengolok-olok bentuk tubuh. Konsep body shaming digunakan seseorang untuk mengkritik tubuhnya sendiri atau orang lain. sering kumpul Bersama teman , dan yang sering terjadi ketika kita sedang berkumpul bercandaan yang saling mengejek namun terkadang sebagian orang sulit untuk memahami perasaan atau peduli dengan perasaan teman yang di ejek. Banyak kasus yang ditemukan tentang “BODY SHAMMING” ini di lingkungan pertemanan.
Dan ini termasuk tindakan “BULLYING VERBAL” yang banyak orang lakukan tanpa mereka sadari bahwa perkataan mereka yang kelewat batas sudah masuk tindak bullying. Biasanya mereka membandingkan bentuk tubuh yang ideal dengan yang gemuk, Tanpa mereka sadar yang membully hal tersebut wajar saja. Kegemaran mengejek orang lain adalah sifat buruk , mungkin untuk yang berbadan ideal baginya tak masalah malah dia merasa senang karna semua orang karna orang di sekitarnya memuji badan idealnya , namun tidak untuk yang berbadan gemuk. Merka harus merelakan hatinya sakit setiap kumpul dengan temannya, candaan yang berlebihan membuat yang berbadan gemuk berkecil hati dan merasa dirinya selalu kurang. Keadaan ini jika setiap orng mempunyai perasaan yang cuek tapi tidak semua mempunyai perasaan yang seperti itu, mereka akan terkena penyakit depresi.
Sebagian orang, mengomentari bentuk tubuh mungkin hal yang sepele. Misalnya saja, “Kok kamu gendutan? Diet dong!”, “Sudah lama nggak ketemu jadi kurusan. Kayak papan penggilesan”, atau juga seperti, “Ih, kamu punya double chin! Makan terus sih kayak sapi”. Tapi banyak yang tidak tahu bahwa body shaming bisa berpengaruh pada kehidupan para korban, membuat mereka merasa buruk bahkan jijik dengan tubuh sendiri, sepanjang hidupnya. Akibat paling parah dari body shaming terhadap para wanita adalah timbulnya bisa memicu orang menjalani diet dan olahraga ekstrem di luar batas kemampuan mereka.
Begitu bahayanya dampak body shaming, pelaku yang berbuat pun bisa dijerat Undang Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Disebutkan bahwa pelaku penghinaan (termasuk body shaming) di media sosial dapat dijerat dengan pasal 27 ayat 3 (jo), pasal 45 ayat 3 (jo) UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik yang kini menjadi UU No 19 Tahun 2016. Ancaman hukumannya tidak main-main, bisa penjara paling lama 4 tahun atau denda paling banyak Rp 750 juta.
Body shaming tidak hanya terbatas pada mengejek orang karena tubuh gemuknya. Orang-orang bertubuh kurus juga bisa jadi korban perilaku tak menyenangkan ini. Jadi gak cuman orang gendut yang mendapatkan perlakuan ini namun berbadan kurus pun bisa, karna bagi si pengejek badannya terlalu kurus. Tergantung si pengejek yang merasa dirinya sempurna sehingga ia bebas untuk mengejek siapapun, dan ga pernah sadar kalau perbuatannya bisa mengganggu mental orang lain.
Tindakan yang umum terjadi pada kaum perempuan saat ini sepertinya sudah tidak dapat lagi dianggap sebelah mata. Seperti yang terjadi oleh salah satu kasus yang saya wawancarai , iya dia mempunyai pengalam di bully karna badannya yang gemuk. Saat melakukan wawancara sederhana kepada dia, dan mengawali pertanyaan “ kenapa sih bisa di bully? Sejak kapan di bully ?”. “gue juga ga tau kenapa gua bisa dibully, padahal gua pun ga pernah membully orang lain, dan gua udah di bully dari gue smp” ujarnya faradita. “tapi lo tau ga kenapa mereka membully lo ?”, “satu sisi gue juga gatau kenapa gue di bully, satu sisi gue pun sedih banget mungkin karna fisik gue atau apapun yang gue lakuin di kehidupan gue “ ujar faradita.
Seperti yang kita udah baca satu kasus ini terkena bullying tidak hanya karna fisik namun dia di bully juga apapun yang dia lakukan setiap hari maupun di medsos atau secara langsung. “terus respon lo ketika temen temen membully fisik lo gimana ?” . “ya dulu sih gue sempet stress dan gua terpaksa banget buat gamakan dan gua ngegym setiap hari untuk dapetin badan yang jauh lebih kurus, dan tapi di saat gue update di sosmed gue melakukan penurunanan berat badan disitu gue sempet bingung karna merka tetep membully gue bahkan gue sempet mikir apapun yang gue lakuin ga akan pernah biasa aja di mata mereka.” Ujarnya faradita. “tapi pernah ga si lo berusaha buat ga dengerin kata mereka ?” . “pernah, gua paksa diri gue buat enjoy tapi sempet ga bisa. Tapi kalo buat sekarang ga gua udah ga ambil pusing lagi sama kata-kata mereka ya jadi gue tetep enjoy “ ujar faradita.
Namun menurut saya gak semua orang mempunyai perasaan seperti kasus ini yang pernah terpuruk tapi berusaha untuk menutup kuping tanpa mendengarkan kata orang lain yang mengejeknya. Karna menurut sendiripun menerima penilaian buruk orng lain, tentang dirikita saja kita belum tentuk ikhlas untuk menerimanya. Dan gaa semua orang mampu melewati fase-fase dimana mereka butuh dukungan bukan ejekan. “ pernah ga si lo ada di fase dimana lo mau nyerah aja ?” . “ gak pernah, gua selalu berfikiran untuk selalu bersyukur sama apa yang tuhan udah kasih untuk gue, semua orng punya porsi masing masing untuk itu yakan ? paling yag pernah gue alamin fase dimana gue drop sangat drop karna ya paksaan untuk nurunin berat badan dan mikirin semua tentang yang mereka omongin karna gue sakit hati banget yague fokus merubah diri gua karna paksaan bukan karna kemauan gue “ ujar faradita
Jadi sebenernya kita juga harus sayang sama diri kita sendiri, ketika ada di mana sedang melewati fase terberat kita buuh orang-orang yang tidak mengejek dan tidak ikut menyalahkan diri kita. “ gimana cara lu menhadapi mereka buat sekrang ?”. “ ya, enjoy aja kalau mereka mau berteman dengan gue pun gue oke asal mereka bisa nerima gue. Ya ini gue kalo lo mau berteman ya gue welcome tapi kalo untuk mengejek maaf gue bukan temen yang sempurna buat mereka. Ya gue sih bisa aja bercanda oke lah kita juga butuh bercanda di pertemanan tapi balik lagi kalo emang dia beneran temen kita ya merek bakal tau ketika dia bilang kita gini-gini tentang kita dia bakal berpikir dulu sebelum berbicara apa itu nyakitin hati kita atau gak ” ujar faradita. “jadi kayak ada pesan gitu ga si buat mereka yang membully fisik atau apapu yang lu lakuin setiap hari ?”. “ya jangan memandang orang lain dari sebelah mata atau hanya melihat fisiknya yang buruk saja , karna tuhan ga pernah captain manusia yang sempurna seperti dia “ ujar faradita.
Tentu semua orang berhak beropini, tetapi apa yang kita ucapkan harus dipertanggung jawabkan. Kita tidak boleh meremehkan kekurangan seseorang. apapun alasan kalian melakukan pembullyan, tetap saja tak ada yang bisa dibenarkan dari perbuatan kalian. Sadar atau tidak kalian bisa saja menghancurkan seseorang, bukan hancur fisik memang, tapi hancurnya mental sesorang. Sakit hati jauh lebih sulit disembuhkan ketimbang sakit fisik, sakit hati dapat menghacurkan segalanya. Mulai sekarang kita harus hati-hati untuk berbicara, kita harus ingat apakah ucapan yang kita keluarkan pantas dan tidak menyakiti perasaan orang lain? We should think about this!
.png)




Comments