top of page

Dunia Media Sosial

Iwan Setiawan - Millennialsdo

Selasa, 07 April 2020 18:50 WIB


Sumber : Google


Media sosial adalah sebuah media online, dengan para penggunanya bisa dengan mudah berpartisipasi, berbagi, dan menciptakan isi meliputi blog, jejaring sosial, wiki, forum dan dunia virtual. Blog, jejaring sosial dan wiki merupakan bentuk media sosial yang paling umum digunakan oleh masyarakat di seluruh dunia.Andreas Kaplan dan Michael Haenlein mendefinisikan media sosial sebagai “sebuah kelompok aplikasi berbasis internet yang dibangun di atas dasar ideology dan teknologi web 2.0 dan yang memungkinkan penciptaan dan pertukaran user-generated content”. Jejaring sosial merupakan situs dimana setiap orang bisa membuat web page pribadi, kemudian terhubung dengan teman-teman untuk berbagi informasi dan komunikasi. Jejaring sosial terbesar antara lain Facebook, Path, Instagram, myspace dan twitter. Jika media tradisional menggunakan media ceak dan media broadcast, maka media sosial menggunakan internet. Media sosial mengajak siapa saja yang tertarik untuk berpartisipasi dengan member kontribusi dan feedback / umpan balik secara terbuka, memberi komentar, serta membagi informasi dalam waktu yang cepat dan tak terbatas. Saat teknologi internet dan mobile phone makin maju maka media sosial pun ikut tumbuh dengan pesat. Kini untuk mengakses facebook atau twitter misalnya, bisa dilakukan dimana saja. Karena kecepatan media sosial juga mulai tampak menggantikan peranan media massa konvensional dalam menyebarkan berita..


Tetapi tidak hanya dampak positif nya aja yang mumpuni, dampak negatifnya pun sangatlah banyak, seperti keluarga jadi kurang komunikasi sebab sibuk dengan smartphonenya. banyak kejahatan-kejahatan secara online dengan menggunakan identitas orang lain, dan yang lebih bahayanya adalah anak kecil yang mengakses situs dewasa, hal ini lebih diperhatikan peran orang tua sangat berarti.


Dari wawancarakan yang saya lakukan bersama teman saya media sosial itu sangat buruk, Semua orang sok suci ketika membicarakan dosa orang lain dan semua orang setuju kalau membicarakan orang lain di belakang mereka adalah perbuatan yang salah, ironisnya dalam bersosial media, aturan itulah yang sering kita langgar. Netizen berkomentar di balik layar gadget merasa seperti orang tanpa dosa yang bisa menghakimi orang lain seenaknya. Ditambah dengan adanya kebebasan membuat berbagai akun, otomatis membuat orang yang punya niatan jahat mudah untuk memancing kebencian hanya dengan sesekali berkomentar tanpa tanggung jawab ketika apa yang diketik benar-benar menyakiti perasaan orang lain.


Sebenarnya benci adalah hasil dari pelampiasan emosi Kita semua punya emosi terpendam yang kadang nggak bisa dilampiaskan begitu saja pada yang bersangkutan. Ketika sosial media hadir sebagai salah satu bentuk eksistensi diri tentu banyak yang menggunakannya sebagai bentuk pelampiasan emosi instan tapi minim tanggung jawab. Contoh nyatanya, coba saja lihat di kolom komentar akun-akun selebritis, kenapa banyak orang yang repot-repot untuk log in ke akun social medianya, lalu meninggalkan komentar yang mengandung kebencian? Mulai dari komentar yang nyinyir, bentuk-bentuk kecemburuan, sebenarnya itu adalah bentuk pelampiasan emosi sementara yang seharusnya nggak usah ditanggapi dengan serius. Kebencian itu seperti virus, mudah menyebar dalam pikiran yang buruk.


Pesan saya pergunakanlah media social dengan baik dan maksimal jangan mudah percaya ketika mendapat informasi yang tidak jelas sumbernya. Bagaimana kita sebagai bangsa menggunakan sosial media dengan lebih bijak, akan menjadi batu ujian kita bersama.



Comments


Post: Blog2_Post

Subscribe Form

Thanks for submitting!

  • Instagram
  • Twitter

©2020 by Millennialsdo. Proudly created with Wix.com

bottom of page