Media Sosial Sebagai Situs Penting di Era 4.0
- millenialsdo

- Apr 7, 2020
- 2 min read
Updated: Apr 11, 2020
Fathia Rasikha Ryani - Millenialsdo
Selasa, 07 April 2020 13:47 WIB

Gambar: Pinterest
Media sosial merupakan suatu kebutuhan pokok yang di mana masyarakat memerlukan berita terbaru dari berbagai platform. Komunikasi dapat terjalin tanpa perlu bertatap muka dan hal tersebut telah mengubah kehidupan manusia modern di era industri 4.0. Kemajuan teknologi di Indonesia maupun dunia semakin memudahkan interaksi sosial.
Bahkan untuk memesan makanan sekalipun dapat diakses menggunakan media sosial melalui aplikasi restoran. Sudah banyak peran penting media sosial di kehidupan kita yang seakan membuat diri kita dikendalikan oleh jaringan digital tersebut. Selain itu, mengenai transportasi umum, media sosial juga ikut andil, maraknya aplikasi ojek online yang kerap digunakan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Hal tersebut membuktikan akan kecanggihan media sosial sebagai jaringan digital yang dapat diakses dari belahan dunia manapun. Luasnya media sosial dalam interaksi sekaligus dapat membantu kita menemukan teman virtual yang sebelumnya tidak pernah kita kenal. Serta cepatnya informasi yang diperbarui oleh media sosial sehingga masyarakat tidak ketinggalan berita terkini.
Banyak dampak yang dapat terjadi dari media sosial, baik positif maupun negatif. Semua aspek tersebut bisa dilihat berdasarkan perspektif induvidu masing-masing dalam menyikapi informasi yang tersebar di media sosial. Helsi Ramadhani, mahasiswi Pekanbaru berpendapat bahwa adanya keseimbangan sisi dari kedua dampak tersebut yang dia rasakan. Dia mengatakan kalau dunia virtual berhasil membawa dirinya untuk berkenalan dengan orang lain di seberang pulau dan hal itu menambah pertemanan sekaligus relasi online.
Bagi kebanyakan orang introvert, media sosial juga berfungsi sebagai tempat untuk mengekspresikan diri. Biasanya mereka melakukannya dalam bentuk tulisan berupa puisi. “Menulis itu menurutku sesuatu kegiatan yang harus dilakukan guna meningkatkan kepercayaan diri. Terlebih untuk orang-orang kayak aku yang nggak gampang buat berbicara, tapi aku bisa mengutarakan apa yang aku pikirkan lewat dari nulis di medsos,” ujar Helsi.
Di tengah pandemi covid-19 banyak kampus, sekolah, dan beberapa pegawai perusaaan yang terpaksa menjalankan kewajibannya di rumah melalui jejaring online. Meski demikian, kegiatan pembelajaran dapat terus berlangsung. Dosen-dosen dan guru memanfaatkan media sosial sebagai sarana pembelajaran virtual.
Selain sebagai sarana pembelajaran, media sosial juga dapat menjadi ajang berlomba pada kebaikan untuk saling menolong sesama manusia. Apa lagi di situasi pandemi ini yang di mana banyak orang membutuhkan bantuan. Tak jarang pula masyarakat memanfaatkan salah satu aplikasi penggalangan dana sebagai sarana penyaluran biaya pembelian alat perlindungan diri, masker, handsanitizer, dan lainnya.
Dari kasus tersebut kita sadar bahwa di samping beredarnya informasi tidak benar, ada banyak dampak positif yang dihasilkan dari media sosial. Bahkan kegunaannya dapat bermanfaat bagi banyak orang. Maka dari iu kita harus lebih bijak lagi dalam bersikap.
“Sebenarnya sayang banget, sih, ya, kalau masih ada masyarakat yang nyebar hoax, padahal ada banyak hal-hal positif yang bisa mereka ambil. Kayak contohnya nih sekarang lagi ramai berita virus di mana-mana, harusnya masyarakat tenang, situasi bisa dikendalikan, tapi kalau ada si pelaku yang nggak bertanggung jawab menyebarkan berita tanpa tahu kebenarannya malah buat orang lain risau. Inilah pentingnya literasi membaca, karena dari sana kita bisa paham mana yang bisa disebarkan sehingga jadi manfaat banyak orang dan mana yang harus dibuang jauh-jauh. Aku berharap banget minat baca di Indonesia berkembang, jadi nggak ada lagi masyarakat yang tertipu berita palsu,” ujar Helsi.
.png)



Comments