top of page

Membaca Novel Meningkatkan Daya Ruang Imaji


Ipung Meivianda 2018070045 Millenialsdo Senin 4 Mei, Pukul 15.31

Kopi, buku, dan cinta alam. Ketiganya dirangkum secara apik di dalamnya. Di mana kenikmatan, kecerdasan, dan keindahan menjadi satu. (novel pejalan anarki)

Pejalan Anarki, sosok dengan penampilan yang urakan mampu membuat perempuan nomor satu di kampus, mahasiswa dengan nilai IPK nyaris sempurna, dan ketua organisasi ternama, mampu menjatuhkan hati kepadanya. Perjalanan yang ia tempuh dengan perjuangan tidak hanya tentang dirinya, tapi juga tentang bagaimana orang-orang yang berada di sekitarnya. Sosok El yang menolak ‘main aman’, pemberani, sekaligus pemberontak dengan pemikiran yang idealis mengajarkan kita untuk menggunakan batin, memerangi ego, berkata apa yang harus dikatakan, dan menentang apa yang seharusnya tidak pada tempatnya. Selalu terselip kepedulian terhadap sesama berbagi bersama mereka yang tidak seberuntung kita dan kecintaan terhadap Indonesia dan segala isinya.

Terdapat banyak nilai-nilai edukasi di dalam buku in, termasuk kisah cinta dua anak muda yang sulit menemukan titik terang dengan segala impian-impiannya di masa depan; juga tentang bagaimana negara yang mereka pijak, bergelut dengan sistem hidup yang keras dan yang bertumpu pada materi.

Gunung Rinjani, Gunung Merbabu, Gunung Semeru adalah titik perjalanan yang selalu membawa kenangan di setiap langkah yang dipijak, menyuguhkan selalu tentang bagaimana memaknai hidup. . “Mereka yang mendapatkan makna, melihat lebih indah dari yang ditangkap indera, dan berdiri lebih tinggi dari yang hanya ria pada penanda-penanda” (Hal. 368)

Saya suka sekali membaca kisah dari novel “pejalan anarki” dengan kehidupan yang menurut orang lain urakan tapi siapa tahu didalam penampilan yang urakan bagai orang gila di kampung sebelah, dia adalah sosok pemimpin dan pemimpi di organisasi kampusnya yaitu MAPALA (Mahasiswa Pegiat Alam).

Yang kalian tahu tentang MAPALA pasti adalah mendaki gunung, menuruni lembah dan berkemah. Iya itu benar tapi masih banyak lagi tentang MAPALA, ia dituntut untuk menjaga alam seisinya. Tanpa alam kita hanya pasir yang berterbangan dan jatuh di dasar.

Bagi saya kisah “pejalan anarki” sangat membawa sekali saya ke ruang imaji saat membacanya, seakan akan saya pemeran utamanya. Tentang Cinta, Kopi, Sahabat, dan Gunung.

 
 
 

Comments


Post: Blog2_Post

Subscribe Form

Thanks for submitting!

  • Instagram
  • Twitter

©2020 by Millennialsdo. Proudly created with Wix.com

bottom of page