top of page

Social Media Bukan Tempat Saling Hina

Muhammad Rizky Amartha - Millennialsdo

Selasa, 7 April 2020 14:55 WIB

Sumber Gambar : Instagram by ( Leo Nasutme)

Pada waktu malam hari ketika sedang asik nongkrong dengan teman teman di suatu tempat, tiba tiba salah seorang kawan menghampiri dan bercerita kalau ia sedang mumet karna habis putus dengan pacarnya. Ia bercerita kalau dilecehkan atau bahasa halusnya dijelek jelekan di instagram. Nah topik inilah yang akan dibahas, salah satu dampak negatif di media sosial dan gimana cara menanggapinya. Beberapa waktu lalu sudah menghubungi kawan lagi kemarin dan ia berminat untuk ditanyakan tentang masalah yang ia jalankan saat itu. Si kawan bernama Randi, ia sudah kurang lebih setahun menjalankan hubungan dengan mantan pacarnya. Randi bercerita kalau masih awal awal pacaran memang lagi sayang sayangnya dan dekat dekatnya, belum ketahuan sifat asli masing masing dan sering jalan romantis romantisan. Jalan ke 7 bulan mulai keluar sifat sifat yang membuat hubungan menjadi mudah rentan contohnya seperti posesif, mudah marah, dll. Randi mulai mengakui kalau posesif yang sangat berlebihan sangat tidak baik buat hubungan. Pada saat itu Randi mulai dikekang oleh cewenya yang sekarang menjadi mantan pacarnya dari hal yang terkecil hingga hal hal besar. Dari mulai tidak boleh dekat dengan cewe lain, tidur makan harus bareng dan hampir setiap hari Randi diatur oleh mantan cewenya sampai bahkan main bersama temannya sempat tidak diperbolehkan dengan mantan cewenya.


Randi lama lama merasa risih melihat tingkah laku seperti itu oleh mantan cewenya. Jalan hubungan 1 tahun randi bilang ke saya mulai kehilangan respect ke mantan cewenya dari situ ia sudah mulai jarang jalan bareng, nonton bareng, hangout bareng. Ia bilang sudah tidak ada lagi momen-momen seperti awal pacaran semenjak Randi tau kalau sifat asli mantan pacarnya seperti itu. Malah si Randi sempat beberapa kali bilang kalau ia jalan dengan cewe lain dan dekat dengan cewe lain mungkin saking kesalnya ia dan batin dengan mantan pacarnya saat itu. Mulailah rasa sayang Randi ke mantannya berkurang sedikit demi sedikit ditambah pada saat itu Randi tidak hanya dekat dengan mantan pacarnya tapi dekat dengan cewe lain. Tidak hanya sekali duakali Randi memperlakukan mantan pacarnya seperti itu, sampai ketahuan beberapa kali oleh mantan pacarnya dan Randi meminta maaf kemudian jelang beberapa bulan masih diulangin dengan kejadian yang sama mungkin karena memang Randi bilang sudah tidak betah lagi berpacaran dengan si mantan pacarnya.


Saat 1 tahun 5 bulan Randi bilang kalau ia memutuskan pacarnya tetapi mantan pacarnya itu tidak mau diputusin oleh dirinya. Saat ditanya kenapa, beliau jawab ada salah satu kejadian selama pacaran. Namanya anak muda tidak mungkin hanya diam diam saja berpacaran selama ini tidak mungkin hanya bergandengan tangan saja, Randi bilang seperti itu. Pikiran saya langsung muncul di kepala tentang hal hal dewasa. Mungkin salah satunya itu yang membuat mantan pacarnya tidak mau diputusin oleh ia. Tapi Randi tetap kekeh dengan pendirian ia untuk memutuskan pacarnyaa saat itu. Sehari setelah ia putus, Randi merasa bebas dan tidak terbebani lagi tidak ada yang mengkekang ia lagi. Setelah itu Randi langsung jalan jalan dengan teman-temannya ke suatu gunung dan menghilangkan diri dari dunia social media yang isinya hanya kegalauan mantan pacarnya.


Beberapa hari setelah putus dan pulang jalan-jalan, Randi diberi tau seorang kawan kalau ada yang menjelek-jelekan ia di story instagramnya. Awalnya Randi tidak tahu siapa yang menjelek-jelekan ia, sampai akhirnya Randi melihat kalau orangnya itu mantan pacarnya. Randi memang jarang melihat story mantan pacarnya semenjak setelah kejadian putus, nah pas saat itu juga keadaannya Randi sedang dekat dengan cewe. Mantan pacarnya tau kalau ia dekat dengan cewe dan merasa hatinya cemburu kemudian langsung menjelek-jelekan Randi di story instagramnya. Tidak cuma Randi yang terkena imbasnya cewe yang sedang dekat dengan ia juga dijelek-jelekan oleh mantan pacarnya. Sampai mantan pacarnya mengechat Randi hanya untuk mengatakan kalau dia playboy, fakboy, cowo tidak tahu diri, maunya sama cabe-cabean bahkan cewe yang dekat dengan Randi dibilang cewe ganjen, tukang merebut pacar orang, lenjeh. Tidak hanya dengan kata-kata, di story mantan pacarnya menampakan muka Randi dan mengatakan kalau selama pacaran apapun sudah dikasih (tentang konten dewasa) mungkin. Randi bilang hampir setiap hari mantan pacarnya menjelek-jelekan nama Randi dengan kata-kata yang kasar dan belebihan. Randi sudah bilang baik-baik tapi masih tetap sama saja tidak ada perubahan. Maksud Randi bilang baik-baik ke mantan pacarnya hanya untuk stop menjelek-jelekan di social media. Karena di instagram tidak cuma hanya satu atau dua orang, ada banyak teman-teman yang lain. Yang menerima malu tidak hanya Randi saja tapi mantan pacar juga lebih malu dipandang oleh orang-orang di instagram.


Mungkin inti dari artikel ini, jangan jadikan media social untuk menghina orang. Tidak cuma orang yang kita hina yang dipandang negatif oleh orang lain, kita pun yang menghina juga akan mendapatkan hal yang sama. Jadikan social media sebagai tempat yang positif untuk banyak orang dan bukan tempatnya untuk saling menjatuhkan satu sama lain.


Sekian cerita dari narasumber yang bernama Randi tentang bagaimana menyikapi dan menanggapi yang menjelek-jelekan di social media (instagram). Terima Kasih.


Comments


Post: Blog2_Post

Subscribe Form

Thanks for submitting!

  • Instagram
  • Twitter

©2020 by Millennialsdo. Proudly created with Wix.com

bottom of page