Tehnik dan Cara Pemanjatan Tebing (Rock Climbing)
- millenialsdo

- Apr 28, 2020
- 3 min read
Sabda Mulia Mubarok - Millennialsdo
Selasa, 28 April 2020 14:21 WIB
Sumber : Google
Buat kalian yang menyukai olah raga yang menantang (adrenalin) , Kali ini Millennialsdo akan memberikan informasi tentang beberapa hal yang harus diperhatikan saat kita melakukan Rock Climbing. Yuk simak informasi penting seputar Rock Climbing berikut ini!
Panjat tebing atau istilah asingnya dikenal dengan Rock Climbing merupakan salah satu dari sekian banyak olah raga alam bebas dan merupakan salah satu bagian dari mendaki gunung yang tidak bisa dilakukan dengan cara berjalan kaki melainkan harus menggunakan peralatan dan teknik-teknik tertentu untuk bisa melewatinya. Pada umumnya panjat tebing dilakukan pada daerah yang berkontur batuan tebing dengan sudut kemiringan mencapai lebih dari 45 derajat dan mempunyai tingkat kesulitan tertentu.
Pada dasarnya olah raga panjat tebing adalah suatu olah raga yang mengutamakan kelenturan, kekuatan atau daya tahan tubuh, kecerdikan, kerja sama team serta ketrampilan dan pengalaman setiap individu untuk menyiasati tebing itu sendiri. Dalam menambah ketinggian dengan memanfaatkan cacat batuan maupun rekahan atau celah yang terdapat ditebing tersebut serta pemanfaatan peralatan yang efektif dan efisien untuk mencapai puncak pemanjatan.
Sistem pemanjatan
System pemanjatan dibagi menjadi dua : *Himalayan system
Pemanjatan system Himalayan ini adalah pemanjatan yang dilakukan dengan cara terhubungnya antara titik start (ground) dengan pitch atau terminal terakhir pemanjatan, hubungan antara titik start dengan pitch adalah menggunakan tali transport, dimana tali tersebut adalah berfungsi supaya hubungan antara team pemanjat dengan team yang dibawah dapat terus berlangsung tali transport ini berfungsi juga sebagai lintasan pergantian team pemanjat juga sebagai jlur suplai peralatan ataupun yang lainnya
*Alpensystem
Lain halnya dengan system diatas, jadi antara titik start dengan pitch terakhir sama sekali tidak terhubung dengan tali transpot, sehingga jalur pemanjatan adalah sebagai jalur perjalanan yang tidak akan dilewati kembali oleh team yang dibawah. Maka pemanjatan dengan system ini benar-benar harus matang perencanaanya karena semua kebutuhan yang mendukung dalam pemanjatan tersubut harus dibawa pada saat itu juga.
Dan berikut ini tehnik saat melakukan olah raga Rock Climbing , Yuk mari disimak ya !
*Face Climbing
Teknik ini adalah teknik memanjat pada permukaan tebing yang masih memiliki tonjolan atau rongga yang memadai sebagai pijakan kaki ataupun pegangan tangan. Kesalahan utama pemula adalah menumpukan sebagian berat badannya pada pegangan tangan dan merapatkan badannya ke tebing. Seharusnya, berat badan justru ditumpukan pada kaki agar memberikan gaya gesekan dan kestabilan yang lebih baik.
*Slab Clambing
Istilah lain untuk teknik ini adalah friction climbing. Teknik ini di implementasikan pada permukaan tebing yang tidak terlalu vertikal dan memiliki kekasaran permukaan yang cukup. Pada dasarnya, slab climbing hanya mengandalkan gaya gesekan sebagai gaya penumpunya. Jangan lupa, penopangan beban secara maksimal tetap dilakukan pada kaki.
*Fissure Climbing
Berbeda dari sebelumnya, teknik ini dilakukan pada celah tebing. Celah akan digunakan secara maksimal oleh anggota badan yang seolah-olah berfungsi sebagai pasak. Adapun perluasan teknik ini antara lain sebagai berikut.
*Bridging
Jika kamu menemukan celah vertikal yang cukup besar pada permukaan tebing, lakukanlah teknik ini. Pada bridging, kedua tangan dan kedua kaki sama-sama digunakan sebagai pegangan pada celah vertikal tersebut. Posisikan badan dalam keadaaan mengangkang dengan kedua kaki tetap sebagai tumpuan. Untuk menjaga keseimbangan, gunakanlah bantuan kedua tangan.
*Jamming
Berkebalikan dari bridging, jamming bisa digunakan pada celah permukaan tebing yang tidak terlalu sederhana. Teknik ini merupakan teknik yang paling dasar dan mudah. Pendaki hanya perlu menyelipkan jari tangan, tangan, atau kaki pada celah tersebut.
*Chimneying
Untuk celah vertikal yang cukup lebar lainnnya, chimneying dapat digunakan. Caranya adalah dengan menyelipkan tubuh pada celah tebing dan menempatkan punggung pada salah satu sisi tebing. Untuk menjaga keseimbangan, posisikan sebelah kaki menempel di sisi depan tebing, sementara sebelah lainnya di sisi belakang. Tak lupa, kedua tangan juga ditempelkan pada tebing dan digunakan untuk membantu mendorong tubuh ke atas.
*Lay Back
Satu lagi teknik yang digunakan pada medan tebing dengan celah vertikal menggunakan tangan dan kaki adalah lay back. Untuk melakukannya, jari-hari tangan mengapit tepi celah tebing dengan memiringkan punggung sedemikian rupa. Hal ini dimaksudkan untuk menempatkan kedua keki pada tepi celah yang berlawanan. Tarik tangan ke belakang dengan kaki mendorong ke depan, lalu bergerak ke atas secara silih berganti.
.png)




Comments