Tips Menjadi Juru Masak Profesional
- millenialsdo

- May 1, 2020
- 1 min read
Fathia Rasikha Ryani - Millennialsdo
Jum'at, 01 Mei 2020 21:28 WIB

Sumber: Pinterest/ecpi.edu
Bisnis kuliner, khususnya bagian food and beverage terbagi menjadi dua, yaitu service dan kualitas produk yang disajikan. Kualitas yang dimaksud adalah porsi makanan, kebersihan makanan, dan nilai mutu makanan.
Juru masak tidak hanya dituntut untuk bisa memasak, tetapi juga harus bisa membedakan bahan-bahan yang akan dikelola, seperti sayuran, unggas, dan daily product yang harus dipisahkan berdasarkan jenisnya masing-masing. Misalnya, ayam dan ikan tidak dapat disatukan sebab memiliki bakterial yang berbeda, sehingga dapat terkontaminasi antara satu dengan yang lainnya. Kontaminasi terhadap sesuatu makanan tersebut biasa disebut pembusukan akibat perbedaan bakterial yang dipadukan.
Adapun standar penampilan yang harus dipatuhi oleh juru masak profesional, yaitu menggunakan chef jacket, apron, topi masak, dan sebagainya. Standar ini penting diperhatikan utamanya pada saat memasak makanan. Perlengkapan tersebut tidak hanya untuk menjaga kebersihan dapur dan makanan, tetapi juga untuk menjaga diri juru masak itu sendiri. Contohnya apron, apron digunakan bukan untuk melindungi chef jacket supaya tidak kotor melainkan menjaga bagian depan tubuh juru masak agar tidak terkena radiasi dari panas kompor.
Pada intinya, menjadi seorang yang profesional dalam bisnis kuliner tidak hanya membutuhkan kemampuan memasak, tetapi juga pengetahuan. Mereka bekerja di bawah tekanan melayani tamu dengan baik, menyajikan makanan yang bekualitas yang bertujuan menjaga citra restoran, dan pengetahuan tentang bahan-bahan yang akan mereka masak. Hal tersebut harus diperhatikan baik-baik karena hidangan juga mencerminkan kualitas.
.png)



Comments